Tanpa Menggunakan Pasir , Jalan Setapak Di Desa Bedeng Tiga Di Pertanyakan.

tanpa-menggunakan-pasir-,-jalan-setapak-di-desa-bedeng-tiga-di-pertanyakan.

Oku Selatan Liputan 4 com . Ketika awak media berkesempatan mengunjungi Desa Bedeng Tiga terletak di kecamatan Warkuk ranau selatan kabupaten oku selatan beberapa hari yang lalu

Saat disana,terlihat pekerjaan bangunan fisik jalan setapak yang diperkirakan belum lama selesai dibangun.

Anehnya,setelah dicermati terlihat pekerjaan pisik jalan setapak tersebut begitu kasar,banyak batu putih ( batu apung) yang bermunculan
Sehingga layak diduga selain menyalahi spek pengerjaan, kepala desa juga diduga memanipulasi anggaran demi untuk meraup pundi-pundi uang untuk kepentingan pribadi.Tanpa Menggunakan Pasir , Jalan Setapak Di Desa Bedeng Tiga Di Pertanyakan.

Usut punya usut,beberapa warga yang sempat dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam pengerjaan pisik jalan setapak tersebut tidak menggunakan material utama pasir, tetapi hanya menggunakan material semen dan batu koral (sirtu) saja.

Bahkan dalam proses pengerjaannya,para pekerja hanya melakukan pengadukkan dengan cara manual saja atau tidak menggunakan mesin molen atau kotak persegi yang memang merupakan sebuah syarat dalam pengerjaan konstruksi bangunan pisik yang dibiaya oleh anggaran negara.

” Kami waktu itu hanya melihat-lihat saja,tapi memang bahan material tidak ada pasirnya “..jelas seorang warga.

Saat ditanya dari mana anggaran biaya untuk membangun fisik jalan tersebut
Ia menggelengkan kepala pertanda tidak tahu .

Selain itu melalui papan informasi kegiatan yang ditempel dekat lokasi pekerjaan,bahwa jalan setapak tersebut menggunakan anggaran APBN melalui program Dana Desa 2022 dengan pagu biaya Rp.95.648.120,’ yang dikerjakan secara swakelola untuk dibangunkan jalan ukuran lebar 2 meter x panjang 199 meter..
Kini kejanggalan dan ketidak jelasan pembangunan jalan setapak di dusun 04 Bedeng tiga tersebut akhirnya menjadi pertanyaan publik.
Bagaimana tidak yang semula dipagu anggaran seharusnya panjang jalan 199 meter, tapi ternyata direalisasikan hanya 182 meter, yang artinya patut diduga ada Mark Up anggaran sebab setelah dikalkulasikan bila pagu anggarannya sebesar Rp,95 juta lebih tersebut,.maka per meter persegi nya dibutuhkan biaya sebesar Rp.240.325,00;.
Sungguh pantastis besarnya biaya yang dihabiskan untuk sebuah bangunan jalan setapak.

Seorang tokoh warga disana yang lain
mengatakan
” entah pak,yang kami bahas di rapat Musyawarah Desa ( MUSDeS) dulu adalah untuk pembangunan talud, kalaupun sekarang dibangun jalan setapak tersebut kami tidak tahu, kepala desa nya tanpa musyawarah lagi dengan kami warga disini, tiba-tiba material sudah ada dan bangunan itu dikerjakan ” jelasnya dan beliau ingin namanya dirahasiakan.

Padahal sudah gamblang diatur dalam Undang Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU-KIP) lingkup Badan Publik meliputi lembaga legislatif,yudikatif dan eksekutif serta penyelenggara negara yang menggunakan anggaran bersumber dari APBN atau APBD untuk bisa memberikan akses informasi kepada setiap orang,
Karena UU-KIP adalah sebagai landasan hukum yang mengatur hak setiap orang untuk mendapatkan dan memperoleh informasi serta diatur didalamnya kewajiban badan publik untuk memberikan informasi secara cepat dan profesional.

Masih dihari yang sama,Suyitno sebagai Kepala Desa saat dikonfirmasi hanya menjelaskan bahwa pisik jalan setapak tersebut memang BELUM sesuai dengan RAB nya,
” memang benar pak, materialnya tidak menggunakan pasir dan pengerjaannya tidak menggunakan mesin molen karena disini belum ada,tapi menurut pihak kecamatan hal itu tidak apa-apa, ” jelas nya singkat.

Dalam hal ini Suyitno (Kades-red) sedikit terkesan meremehkan peran pengawasan selaku social control oleh media.
Dan hingga berita ini diturunkan,
Kepala Desa Suyitno belum bisa dikonfirmasi kembali.

( WL / Tim )

Berita dengan Judul: Tanpa Menggunakan Pasir , Jalan Setapak Di Desa Bedeng Tiga Di Pertanyakan. pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Willy Apriandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.