Soal Kasus Stunting Dan Gizi Buruk Tamalatea, UPT DPPKB : Itu Bukan Tanggung Jawab Kami

soal-kasus-stunting-dan-gizi-buruk-tamalatea,-upt-dppkb-:-itu-bukan-tanggung-jawab-kami

Liputan4.Com,Jeneponto_ Kasus gizi buruk dan stunting di kecamatan Tamalatea akhir -akhir ini curi perhatian publik, salah satu penderita gizi buruk asal desa Turatea timur a/n Jihan Salshabila meninggal dunia beberapa hari lalu dimana beberapa bulan sebelumnya juga ada anak yang meninggal dunia asal kelurahan Bontotangnga dengan kasus yang sama,19/09/22.

UPT DPPKB kecamatan Tamalatea Ismail Naba selaku penyuluh KB dan fasilitator stunting kecamatan Tamalatea saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan kasus stunting bukan termasuk tugas pokoknya, ia menuturkan bahwa pihak PPKB hanya bertugas pencegahan dan penurunan resiko stunting.

“Masalah data kasus stunting itu tanggung jawab dinas kesehatan, kami hanya mendata warga yang beresiko stunting dan pencegahannya, dalam satu tahun terakhir kami berhasil turunkan angka resiko stunting hingga 50% ,” tutur Ismail.

Menurut Ismail Naba indikator kategori stunting PPKB dengan kategori yang di gunakan dinas kesehatan itu berbeda, olehnya sering terjadi perbedaan data antara dinkes dan PPKB. Jadi Ia menegaskan soal kasus stunting dan gizi buruk itu tanggung jawab dinas kesehatan.

Tingginya angka resiko stunting kecamatan Tamalatea membuat UPT PPKB Tamalatea menurunkan tim validasi data untuk pemutkhiran data terbaru, Ismail menambahkan bahwa tim PK21 sementara dilapangan sejak dua hari lalu untuk pemutakhiran data di wilayah binaan, ketahui data terbaru angka tertinggi ada di kelurahan Tonro kassi dengan total 106 beresiko stunting.

Salah satu staf UPT PPKB mengatakan resiko Stunting dapat dilihat dari beberapa kriteria misalnya sumber yang tudak bersih, sanitasi dan jarak lahiran ibu muda maupun tua. Jadi kami tupoksinya itu edukasi dan penyuluhan dan bukan penanganan.

“Saya tegaskan data stunting yang beredar itu keliru, jadi harus dibedakan antara resiko stunting dengan yang murni stunting, karena adanya perbedaan indikator yang dipakai antara PPKB dan Dinas kesehatan ” tutup Ismail.

Berita dengan Judul: Soal Kasus Stunting Dan Gizi Buruk Tamalatea, UPT DPPKB : Itu Bukan Tanggung Jawab Kami pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Basir Hasgas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.