PKM Tamalatea Bersama Kelurahan Bontotangnga Intens Monitoring Stunting

pkm-tamalatea-bersama-kelurahan-bontotangnga-intens-monitoring-stunting

Liputan4.Com,Jeneponto_ Tim kesehatan puskesmas Tamalatea  menggandeng pemerintah kelurahan Bontotangnga dan SLRT yang di pimpin langsung kepala PKM Abidin,SKM intens monitoring warga penderita stunting di setiap lingkungan kelurahan,15/06/22.

Abidin,SKM selaku Kapus PKM Tamalatea bersama lurah Bontotangnga Hj. Fitrawati,SE dan SLRT setempat Susi Caya mengunjungi Afdal (2.8) penderita gizi buruk dan cacat sejak lahir di lingkungan Borongtammatea, kedatangan tim monitoring ini untuk memastikan kondisi Afdal dan meminta pihak keluarga untuk merawat Afdal di RSUD dengan rujukan PKM.

” Kami pantau semua anak yang masuk kategori kurang gizi khususnya wilayah sementara Bontotangnga dan kita berupaya percepatan penanganan dengan cara turun langsung melihat kondisi penderita dan yang membutuhkan perawatan kita rujuk ke RSUD lanto daeng pasewang,” ujar Abidin.

Senada yang disampaikan pemerintah kelurahan yang di dampingi langsung SLRT Susi Caya bahwa hadirnya tim monitoring guna memastikan kelengkapan warga penderita dari segi adminitrasi, pihaknya berharap setiap warga yang butuh perawatan tidak lagi terkendala aturan adminitrasi.

 

” Kita serentak turun bersama tim monitoring kesehatan, hal ini mengenai kepastian kelengkapan warga yang ingin perawatan lanjutan, misalnya tidak ada KK atau KIS maka kami (SLRT) mengkomunikasikan ke pihak dinsos atau pihak terkait,” ucap Susi.

Diketahui kasus gizi buruk menjadi perhatian khalayak ramai di Jeneponto setelah salah satu penderita meninggal dunia dan satu lagi sedang di rawat di RSUD Jeneponto namun penderita terkendala biaya dikarenakan pasien tidak memiliki BPJS/KIS.

Berita dengan Judul: PKM Tamalatea Bersama Kelurahan Bontotangnga Intens Monitoring Stunting pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Basir Hasgas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.