Petani Padi Di Sergai Keluhkan Harga Pupuk, Pestisida, Insectisida Melonjak Naik

petani-padi-di-sergai-keluhkan-harga-pupuk,-pestisida,-insectisida-melonjak-naik

Keterangan gambar : Lahan sawah milik para petani di kecamatan Bandar Khalifah, Kab Sergai / WH

Liputan4.com, Sergai – Petani di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) keluhkan mahalnya harga pupuk subsidi dan non subsidi untuk kebutuhan pertanian.

Sementara harga hasil pertanian sangat murah. Bahkan kerap tidak menguntungkan bagi para petani yang mau tidak mau harus mengolah lahan pertaniannya sebagai sumber utama ekonomi.

Bukan persoalan baru, hanya saja petani menilai solusi jitu dan peran pemerintah untuk mengurai persoalan pertanian tidak kunjung berhasil. Seharusnya menurut petani, di daerah dengan mayoritas penduduk bermata pencarian khususnya sebagai petani komoditi padi harus benar -benar diperhatikan.

“Coba periksa lagi ke lapangan, tanyakan langsung ke petani soal harga pupuk yang subsidi 135 sampai 140 ribu per karung dan non subsidi bisa melambung hingga angka Rp 500 ribu per karung. Tidak hanya pupuk, pestisida, insectisida saja, dan kebutuhan pertanian lainnya juga mengalami kenaikan,” Keluh Pardi, salah seorang petani di Desa Gelam Sei Serimah Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai Kepada wartawan, sabtu (11/06/2022).

Menurut Pardi, Pemerintah Kabupaten Sergai, harus mampu memperjuangkan nasib petani di Kabupaten Sergai dengan kemudahan-kemudahan yang bisa didapatkan. Jika pupuk kimia dan kebutuhan pertanian menjadi mahal, harusnya harga padi juga bisa digenjot hingga dapat menguntungkan para petani” harapnya.

Nurahmad Situmorang menambahkan, kami para petani padi khususnya yang ada di wilayah zone B dan zone c selain dari harga pupuk dan pestisida, insectisida melonjak naik, untuk musim tanam saat ini dengan cuaca yang tidak menentu, kami terpaksa harus mengeluarkan modal lagi dengan menggunakan pompa pribadi, karena saluran irigasinya tidak ada yang permanen atau tidak pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah terpaksa kami para petani harus membeli selang pembuang sampai 500 meter untuk dapat mengairi lahan persawahan kami yang saat ini kering.

“Selain dari harga padi agar digenjot oleh Pemkab Sergai, Kami petani khususnya yang ada di wilayah zone B dan zone c Desa Gelam Sei Serimah Kecamatan Bandar Khalifah juga berharap, agar saluran irigasinya yang diperkirakan kurang lebih 5000 meter dapat dibangun agar bendungan yang dibangun oleh Dinas Pertanian pada tahun 2018 yang lalu dapat berjalan lancar dan tidak ada percekcokan antara sesama petani pada saat bendungan tersebut di tutup” Harapnya. (WH)

Berita dengan Judul: Petani Padi Di Sergai Keluhkan Harga Pupuk, Pestisida, Insectisida Melonjak Naik pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Sarianto Damanik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.