Lapas Gunungsitoli Deklarasikan “ZERO HALINAR” 

  • Bagikan

Hak Suara | Gunungsitoli  – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Gunungsitoli mendeklarasikan “Zero Halinar” Yang merupakan komitmen  seluruh  ASN Lapas sejumlah 59 orang dan WBP Lapas Kelas II-B Gunungsitoli untuk pemberantasan peredaran handphone/telepon genggam, pungutan liar, dan narkoba.

Deklarasi tersebut dilaksanakan di aula lantai 2 Lapas Kelas II B Gunungsitoli (29/9) lalu. Dihadiri dan disaksikan langsung oleh wakil dari Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Agus Komarudin; perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Futin Helena Laoli; Kepala Kepolisian Resor Nias, AKBP Wawan Iriawan;  Komandan Distrik Militer 0213/Nias, Letkol. Inf. Martky Jaya Perangin-Angin; Kepala BNN Kota Gunungsitoli, Kompol Arifeli Zega; dan Kepala Satuan Polisi PP & Damkar Kota Gunungsitoli, Eko Ary Yanto Zebua, didampingi Kabid Damkar Kota Gunungsitoli.

Kalapas Gunungsitoli, Soetopo Barutu pada deklarasi ‘ZERO HALINAR’ tersebut menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan sesuai surat edaran Dirjenpas Nomor PAS.PK.02.10.01-1147 tanggal 19 September 2021 sebagai tindak lanjut terhadap pemberantasan HALINAR (handphone, pungli, dan peredaran narkoba), penertiban jaringan listrik, serta peningkatan keamanan dan ketertiban di setiap UPT.

Kalapas  memberikan dorongan penuh kepada Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) Lapas Kelas II B Gunungsitoli untuk melaksanakan amanah “Zero Halinar” ini dengan melaksanakan penggeledahan rutin dan insidentil terhadap blok hunian dan sekitarnya, penyitaan alat listrik dan elektronik, deteksi dini gangguan kamtib, berantas narkoba, dan sinergitas antar aparat penegak hukum dan instansi terkait yakni Satuan Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah” ujar Soetopo.

Ditekankan Kalapas Kelas II-B Gunungsitoli, bahwa apabila ASN Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara terlibat dalam praktik peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rumah Tahanan Negara sesuai perintah Dirjen Pas Reynhard SP Silitonga maka akan dikenakan sanksi berat.

Selanjutnya, Kalapas Gunungsitoli pada keterangan persnya kepada wartawan (13/10), mengapresiasi kehadiran aparat penegak hukum dan instansi daerah sebagai saksi pelaksanaan Deklarasi ‘ZERO HALINAR’ di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dengan harapan dapat saling berkontribusi dalam pemberantasan handphone, pungutan liar, dan peredaran narkoba di Lapas Kelas II B Gunungsitoli, pungkasnya. (aza)

5/5 (1 Review)
Penulis: azaEditor: Arzeb
  • Bagikan
Exit mobile version