Pulau Nias Krisis Imunisasi BCG, Diduga Ada Pihak Yang Lalai

  • Bagikan

Hak Suara | Gunungsitoli  – Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan terkait diduga lalai memenuhi kebutuhan imunisasi bacille Calmette-Guerin (BCG) bagi anak di Pulau Nias.

Hal itu disampaikan oleh Adv. Boy Jendri Hulu, S.Kep., Ns., SH., MH, salah seorang warga asal Kabupaten Nias kepada wartawan melalui pesan media sosial whatsaap, Minggu (24/10).

“Sejumlah orang tua dari wilayah Kabupaten Nias  dan Kota Gunungsitoli beberapa hari lalu menelepon saya, memberitahukan jika kesulitan mendapatkan Imunisasi BCG, bahkan setelah mereka tanyakan dibeberapa Puskesmas kosong” ujar Boy.

Menurut Boy, Imunisasi BCG ini diberikan 1 bulan pertama bagi balita baru lahir dan sangat penting dan bersifat wajib. Sebab Manfaat utama vaksin BCG adalah mengurangi hingga mencegah risiko terjangkit kuman penyebab tuberkulosis atau TBC, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan TB.

“Jika pihak penyedia imunisasi ini lalai, maka bertolak belakang dengan aturan perundang-undangan yang ada, yakni; Pasal 8, Undang-undang Perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002 berbunyi; Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial” katanya.

Kata Boy, sangat miris bila kita bercita-cita indonesia sehat bila sepeti ini. Efeknya menimbulkan gelombang penyakit baru.

“Kita harap kepala daerah segera melakukan croschek dan  menyelesaikan persoalan ini, ini tidak bisa di tunda! jgn sampai terkesan pembiaran, sebab ada tuntutan hukum didalamnya” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, wartawan masih dalam upaya melakukan konfirmasi kepada pihak Dinas Kesehatan disejumlah wilayah di Pulau Nias.

Penulis: aza
  • Bagikan