Supir Angkot Cabuli Anak Dibawah Umur Lagi Haid

  • Bagikan
dalih sembuhkan pasien tabib di singkawang cabuli bocah 9 tahun

Haksuara.com, Pematangsiantar – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ester Lauren SH menuntut hukuman Tukang Parkir DDT alias Dony (20) warga Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Siantar dan Supir Angkot DS alias Dika (20) warga Kelurahan Tong Simarimbun Kecamatan Siantar Marimbun masing-masing 7 tahun penjara dalam sidang perkara percabulan terhadap anak dibawah umur lagi haid atau menstruasi secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (12/11/2021).

Jaksa Ester juga menuntut kedua terdakwa masing-masing membayarkan denda sebesar Rp 1 Miliar dengan ketentuan jika denda itu tidak dibayarkan maka ditambahkan hukuman masing-masing 4 bulan penjara.

Bedasarkan fakta persidangan, Jaksa Ester membuktikan kedua terdakwa bersalah melakukan tindak pidana Percabulan terhadap anak dibawah umur dalam Pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo 55 ayat 1 KUHPidana.

Percabulan itu dilakukan kedua terdakwa terhadap korban sebut saja bernama Cinta Kamar No 1 Kos-Kosan Dos Roha Jalan Rondahaim Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Siantar pada hari Sabtu (15/6/2021) sore sekira pukul 15.30 Wib.

Sore itu kedua terdakwa bersama temannya DT alias Dani menemui korban yang sedang duduk-duduk di Lapangan Merdeka kemudian mengajak masuk kedalam angkot dikemudikan terdakwa Dika. Ketepatan tidak memiliki uang, korban pun naik kedalam angkot tersebut kemudian ketetiga nya membawa korban makan di warung.

Selanjutnya setelah makan, ketiga nya membawa korban ke kos terdakwa Dony di Kos-kosan Dos Roha di Jalan Rondahaim karena terdakwa Dony ingin mandi. Percabulan itu terlebih dahulu dilakukan terdakwa Dika, kemudian dilakukan terdakwa Dony. Saat terdakwa Dika hendak memasukkan alat kelaminnya, korban menolak dengan mengatakan sedang menstruasi atau haids. Lalu terdakwa Dika membuka celana korban dan melihat kebenaran korban sedang haid.

Sementara itu kedua terdakwa, DDT alias Dony dan DS alias Dika didampingi Penasehat Hukum Posbakum Erwin Purba SH, MH secara lisan memohon supaya Majelis Hakim meringankan hukuman mereka.

Mendengarkan itu Ketua Majelis Hakim Vivi Siregar SH menutup persidangan dan akan membuka kembali pada hari Kamis depan dengan agenda membaca putusan hukuman kedua terdakwa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan