Zul dan Horas Penjual Sabu Kompak Divonis 5 Tahun dan 6 Bulan Penjara

  • Bagikan
WhatsApp Image 2022 01 12 at 14.19.51
Terdakwa Zulkipli Zendrato alias Zul dan Parhorasan Lumbangaol Alias Horas saat sidang virtual dari Lapas Kelas IIA Pematangsiantar

Haksuara.com, Pematangsiantar  – Terdakwa Zulkipli Zendrato alias Zul (26) dan Parhorasan Lumbangaol Alias Horas (24) kompak dihukum atau vonis masing-masing selama 5 tahun dan 6 bulan penjara dalam sidang perkara narkotika jenis shabu secara virtaul di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (12/1/2022).

Majelis Hakim Diketuai Afrizal Hady SH, MH itu juga memvonis kedua terdakwa masing-masing membayarkan denda sebesar Rp 1 Milyar dengan ketentuan jika denda itu tidak dibayarkan ditambahkan hukuman kedua terdakwa masing-masing 3 bulan penjara.

Hukuman kedua terdakwa itu lebih ringan bila dibandingkan tuntutan kedua terdakwa masing-masing 6 tahun penjara denda Rp 1 Milyard subsidair 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmah Hayati Sinaga, SH.

Berdasarkan fakta persidangan, Majelis Hakim sependapat dengan JPU bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menjual narkotika golongan I, sebagaimana Pasal 114 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam dakwaan primer penuntut umum.

Sesuai dakwaan, kedua terdakwa ditangkap para saksi dari Satres Narkoba Polres Siantar hari Minggu (5/9/2021) sore sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Medan Kelurahan Pahlawan Kecamatan Siantar Timur Kota Siantar. Awalnya hari Minggu (5/9/2021) pagi sekira pukul 09.45 WIB kedua terdakwa berboncengan mengendarai sepedamtoor Honda Revo 5534 WAD pergi membeli shabu ke daerah Pabatu Kota Tebing Tinggi

Selanjutnya kedua terdakwa bertemu seorang laki-laki bernama Tomi (DPO) belakang warung dan menerima 1 balutan tissu didalamnya 5 paket shabu yang dibeli seharga Rp 400 ribu. Siang harinya sekira pukul 12.00 Wib kedua terdakwa singgah di sebuah warung di Simpang Mesjid Jalan Medan Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba Kota Siantar untuk istrahat dan bermain game.

Saat itu seorang laki-laki yang merupakan terdakwa Horas menemui kedua terdakwa hendak membeli 1 paket shabu seharga Rp 100 ribu. Lalu kedua terdakwa pun memberikan 1 paket shabu. Sore harinya sekira pukul 17.00 Wib saat melintas di Jalan Medan Kelurahan Pahlawan Kecamatan Siantar Timur Kota Siantar hendak pulang tiba-tiba kedua terdakwa ditangkap para saksi dan turut diamankan barang bukti 1 buah gulungan tisu didalamnya 4 paket shabu, 1 unit Hp merk Samsung, dan uang sebesar Rp 100.000.

Berdasarkan berita acara Analisis Laboratorium Brang Bukti Kriminalistik No. Lab : 7771 / NNF / 2021 tanggal 20 september 2021 yang dibuat dan ditandatangani DEBORA M. HUTAGAOL, S.Si., M.Farm.,Apt dan HUSNAH SARI M. TANJUNG, S.Pd, masing-masing selaku pemeriksa pada Puslabfor Polri Cabang Medan menyimpulkan bahwa barang bukti yang diperiksa berupa 4 bungkus plastik klip berisi kristal bewarna putih berat netto 0,26 gram diduga mengandung narkotika.

Usai membacakan vonis kedua terdakwa itu, Ketua Majelis Hakim Afrizal Hady SH, MH menutup persidangan dan memberikan kesempatan selama tujuh hari kepada kedua terdakwa dan JPU berpiki-pikir untuk menyatakan sikap menerima atau banding atas putusan kedua terdakwa tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan