Tidak Ada Ganti Rugi, Puluhan Korban Kebakaran Pasar Kalideres Demo DPRD & Balaikota

  • Bagikan
IMG 20211207 WA0046 3
Puluhan Korban Kebakaran Pasar Kalideres Demo DPRD & Balaikota

Haksuara.com, Jakarta – Puluhan Pedagang korban kebakaran Pasar Kalideres berunjuk rasa di depan gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

Mereka menuntut Pemprov DKI mengganti kerugian yang mereka alami akibat kebakaran Pasar Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), beberapa waktu lalu.

Koordinator lapangan aksi ini, Nurmansyach, meminta Gubernur DKI Jakarta memanggil Direktur Utama (Dirut) Pasar Jaya agar segera mengganti rugi. Nurman mengatakan Pasar Jaya hanya memberi uang kerohiman kepada para korban berkisar Rp 2,5 juta hingga 5 juta, tapi menurutnya nilai itu tak sebanding dengan total kerugian para pedagang.

“Semuanya ada 27 pedagang. Jumlah kios ada 57. Hingga detik ini Dirut Pasar Jaya hanya memberi uang kerahiman sebesar 2,5 juta hingga 5 juta, sedangkan barang kami yang terlahap api lebih dari puluhan juta. Jelas uang kerahiman itu kami tolak.” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Senin (6/12/2021).

“Dengan uang segitu kita bisa dagang apa? Beli etalase pun mungkin hanya itu yang bisa kita lakukan?” sambungnya.

Nurmansyach mengatakan kerugian para pedagang Pasar Kalideres mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Nurmansyach menyebut para pedagang saat ini terlunta-lunta karena belum ada modal untuk mereka berjualan kembali

“Kerugian ada yang Rp 100 juta, Rp 80 juta juga. Kebanyakan pedagang pakaian yang aksi hari ini. Pakaian muslim, mukena, gamis. Makanya nominalnya agak tinggi. Saya sendiri (pedagang) pakaian. Kerugian Ro 80 juta. Para pedagang saat ini terlunta-lunta, kadang mereka hanya nongkrong di pasar, tidak jualan sama sekali karena belum ada modal untuk mereka berjualan, kembali.” ujarnya.

Nurmansyach mengatakan kebakaran tersebut akibat kelalaian dan instalasi listriknya bermasalah karena diduga tidak memenuhi standar PLN.

“Kami pedagang melihat kebakaran ini terjadi karena kelalaian karena TPS itu belum sebulan kami tempati sudah kebakaran, dan instalasi listriknya bermasalah, tidak ada MCB di tiap kios, tidak memenuhi standar PLN, yang membangun instalasi pun bukan PLN, tapi pemborong biasa,” ujar Nurmansyach.

Sementara itu, Ketua Umum LBH Gerhana, Anggiat Manalu mengatakan pihaknya sudah memberikan surat kepada Dirut Pasar Jaya. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Anggiat Manalu adalah pendamping para pedagang korban kebakaran Pasar Kalideres ini.

Anggiat mengatakan pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada DPRD dan meminta agar fungsi pengawasan DPRD dilakukan untuk memanggil Dirut Pasar Jaya.

“Ke DPRD kami sudah, terutama ke Komisi B, namun begitulah kami minta ke DPRD supaya fungsi pengawasan DPRD dilakukan untuk memanggil Dirut Pasar Jaya, kalau bisa kita rapat duduk bersama, benarkah ini musibah atau kelalaian,” tutur dia.

“Kalau kelalaian saya kira pedagang berhak meminta ganti rugi,” imbuhnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan