Budidaya Bebek Peking Menjadi Program Andalan Ketahanan Pangan Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka

budidaya-bebek-peking-menjadi-program-andalan-ketahanan-pangan-desa-margaasih-kecamatan-cicalengka

LIPUTAN4.COM, BANDUNG – Untuk tahun 2022 ini, sesuai Perpres Nomor 104 Tahun 2021 bahwa dari 20% Dana Desa harus digunakan untuk program ketahanan pangan dan hewani. Di Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, program ketahanan pangan ini direalisasikan dengan melakukan budidaya ternak bebek peking, Sabtu (11/06/2022).

Program kegiatan budidaya bebek peking ini diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada kelompok usaha ternak dengan melibatkan BUMDes, yang dilaksanakan pada hari sabtu (04/06) di GOR Desa Margaasih.

Budidaya Bebek Peking Menjadi Program Andalan Ketahanan Pangan Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka
Ket : Sosialisasi Program Ketahanan Pangan Budidaya Bebek Peking, Di Gor Desa Margaasih ( 04/06).

Pemilihan budidaya ternak bebek peking didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan ketersediaan protein hewani yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, seiring pertambahan penduduk dan kesadaran arti pentingnya kesehatan. Terlebih lagi sudah terjalin MOU dengan sebuah perusahaan yang akan menampung bebek peking hasil peternak Desa Margaasih.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Margaasih, Yayan Suryana, kepada awak media liputan4.com pada saat di wawancara. ” Untuk program ketahanan pangan Desa Margaasih, kami akan melakukan budidaya bebek peking, “ucapnya.

Kenapa budidaya bebek peking? karena saat ini kebutuhan protein hewani dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, seiring meningkatnya jumlah penduduk. Di samping itu, kami sudah melakukan MOU dengan sebuah perusahaan yang akan menampung semua hasil ternak kami, ” jelas Yayan, Kepala Desa Margaasih.

Yayan melanjutkan, berbeda dengan bebek pada umumnya, bebek peking termasuk bebek kualitas unggul, karena memiliki badan yang besar dan lebih tahan terhadap penyakit. Dalam waktu sekitar 40 hari saja, bebek peking sudah bisa di panen dengan bobot badan mencapai sekitar 2.5 – 3 kg.

Masih kata Kepala Desa Margaasih, daging bebek peking gurih, empuk, dan lembut. Pakannya mudah didapat, seperti cacing, dedak, bekatul, dan sisa makanan lainnya. Yang penting dan harus diperhatikan adalah bagaimana mendapatkan bibit unggul, memelihara kandang, penyediaan pakan, dan juga kesehatannya.

Harapan Kepala Desa, budidaya bebek peking ini dapat menjadi ikon usaha masyarakat di Desa Margaasih.

” Saya berharap, budidaya bebek peking ini dapat menjadi salah satu ikon usaha masyarakat Desa Margaasih di bidang peternakan dalam meningkatkan perekonomian paska covid-19, ” harapnya.

Keberhasilan budidaya bebek peking ini sebagai upaya menjalankan program ketahanan pangan di Desa Margaasih tidak lepas dari kerjasama semua stakeholder yang ada. Termasuk kebersamaan dan keselarasan kerja Pemerintahan desa, BUMDes, dan kelompok usaha ternak yang di tunjuk menjadi ujung tombak dari keberhasilan program ini, ” pungkas Yayan.

Penulis ; Kuswandi

 

Berita dengan Judul: Budidaya Bebek Peking Menjadi Program Andalan Ketahanan Pangan Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Kuswandi Alias akuy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.