Bersama BMI, Pakar Keuangan Bagi Tips Pengelolaan Keuangan Hadapi Ancaman Resesi 

bersama-bmi,-pakar-keuangan-bagi-tips-pengelolaan-keuangan-hadapi-ancaman-resesi 

Liputan4.com, Banjarmasin – Drs Suyanto Siman menyampaikan bahwa resesi yang akan terjadi ke depan dikarenakan lonjakan inflasi sebagai dampak dari konflik Rusia-Ukraina. Peningkatan inflasi tersebut diikuti oleh kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral di negara Eropa dan Amerika dengan menaikkan tingkat bunga acuan yang akan berdampak juga pada kebijakan yang diambil bank sentral di negara lainnya.

Apabila bunga acuan meningkat, jelas Siman, biaya modal dan bunga kredit yang akan ditanggung bisnis juga akan naik. Dampak lanjutannya biasanya diikuti oleh mata uang lokal yang melemah terhadap mata uang asing. Jika suatu negara memiliki banyak pinjaman dalam mata uang asing baik oleh pemerintah maupun swasta maka jumlah mata uang lokal yang akan dikeluarkan untuk membayar pinjaman dalam mata uang asing juga akan meningkat.

“Jika kondisi tersebut tidak membaik, maka kombinasi rentetan harga produk yang meroket, inflasi yang meningkat, bunga acuan kredit yang naik, serta pelemahan mata uang lokal pada akhirnya akan berisiko menyebabkan terjadinya krisis ekonomi global,” papar Suyanto kepada Milenial Bintang Muda Indonesia (BMI) Kalimantan Selatan di Excelso km 5,5 Banjarmasin, Selasa (15/11/2022).

Lalu bagaimana cara mengelola keuangan pribadi menghadapi ancaman resesi ini? Drs Suyanto Siman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sembari melakukan revisi pada rencana keuangan yang sebelumnya sudah dibuat. Menurutnya, upaya penyiapan dana darurat penting dilakukan, namun perlu juga dibarengi upaya pada dua hal lainnya.

Pertama, Drs Suyanto Siman berupaya untuk mencari alternatif tambahan penghasilan selain dari gaji tetap. Misalnya, memanfaatkan hobi untuk bisnis, berjualan online, dan tetaplah rutin berinvestasi.

“Kedua, lakukan identifikasi ulang pada pos-pos pengeluaran. Di saat yang sama sembari mencari celah untuk melakukan penghematan pada pos-pos pengeluaran yang kurang penting atau yang bisa ditunda,” jelasnya.

Ia mencontohkan jenis investasi yang aman dilakukan antara lain bisnis Asuransi, deposito, emas, surat berharga yang diterbitkan oleh negara.

Tahu bagaimana keadaan ekonomi kedepannya dan jangan lakukan kredit jika pembayaran angsuran hanya mengandalkan penghasilan

Keempat, salah satu hal menarik dalam upaya keluar dari belenggu resesi dan krisis keuangan, tidak menambah utang atau cicilan apalagi yang bersifat konsumtif pada saat resesi ekonomi.

Kelima, Investasi. Pelajari seluk beluk investasi, coba terjun kedalam investasi, dan siap hadapi apapun yang terjadi dimasa depan. Kita semua sepakat resesi ekonomi ini merupakan pembelajaran bagi semua lapisan masyarakat termasuk millenial. Pelajaran dan hikmah paling utama dari resesi ekonomi dan pandemi covid-19 adalah tidak ada sesuatu yang pasti semua harus dipersiapkan, sehingga harus mulai berpikir mengenai antisipasi, proteksi, dan investasi.

Bersama BMI, Pakar Keuangan Bagi Tips Pengelolaan Keuangan Hadapi Ancaman Resesi 

Lanjut Drs Suyanto Siman, pada awalnya, memang berat menawarkan polis asuransi ke orang lain. Padahal jika mau diubah mindsetnya, bisnis asuransi ini sangat besar peluang suksesnya. Bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaan jangka panjang. Oleh karena itu, menggapai sukses sebagai agen asuransi dapat dilakukan dengan cara menjalin relasi yang baik dengan setiap nasabah.

Jika Anda telah memahami beragam cara mudah sukses sebagai agen asuransi, maka bisnis yang memiliki prospek jangka panjang ini akan terasa mudah pula untuk dijalani. Jika Anda gigih dan menjalankan cara di atas, niscaya kesuksesan bisnis asuransi ada di tangan Anda.

Drs Suyanto Siman beri Tips Alasan Mengapa Asuransi Penting untuk Milenial :

Biaya Premi Lebih Murah. Kalau memutuskan untuk memiliki asuransi di usia muda, premi yang kamu bayarkan akan jauh lebih murah. Kondisi kesehatan yang masih sehat pada usia 20-30 tahun adalah alasan dari biaya premi yang murah.

Memberi Perlindungan. Asuransi akan memberi perlindungan ketika kamu mengalami risiko di kemudian hari. Perlindungan yang didapatkan tentu tergantung dari jenis asuransi yang kamu pilih.

Jika memilih asuransi kesehatan, maka kamu akan mendapat perlindungan pada penanganan kesehatan. Sedangkan pada asuransi jiwa, perusahaan asuransi akan menanggung risiko bila nasabah meninggal dunia.

Dengan mempersiapkan asuransi sedari dini, maka kamu tidak perlu khawatir akan kerugian dari ketidakpastian yang terjadi di masa depan.

Peluang Pengajuan Asuransi Lebih Besar. Jika kamu mengajukan asuransi sejak usia belia, maka peluang untuk diterima oleh perusahaan asuransi akan lebih besar, karena diasumsikan kamu mengajukan dalam kondisi sehat tanpa penyakit penyerta.

Untuk Mengatur Keuangan. Alih-alih membeli kopi kekinian dan minuman boba setiap hari, kamu bisa mengalihkan keuangan untuk hal yang bermanfaat, seperti asuransi. Dengan memiliki asuransi, uang yang kerap digunakan untuk gaya hidup semata, bisa kamu gunakan untuk membayar premi asuransi setiap bulannya.

Dengan begitu, kamu bisa merasakan manfaat dan mendapat perlindungan di kemudian hari.

Tampak hadir Ketua DPD BMI Kalsel Deo Teguh Nugraha S.M, Sri Nurnaningsih SE., M.M., Koordinator BMI Kalsel yang juga merupakan wakil bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Kalsel sekaligus wakil bendahara DPN BMI, dan semua pengurus DPD BMI Kalsel. (Nd)

 

 

Berita dengan Judul: Bersama BMI, Pakar Keuangan Bagi Tips Pengelolaan Keuangan Hadapi Ancaman Resesi  pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Tornado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *