Oknum Peserta PPPK Guru di Gunungsitoli, Disinyalir Gunakan Dokumen Palsu

  • Bagikan
images 8

Hak Suara | Gunungsitoli – YT salah seorang peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru- baru ini mengikuti ujian dan dinyatakan lulus, diduga keras menggunakan dokumen palsu untuk memenuhi persyaratan seleksi.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang peserta lainnya ( Y ).

“Benar, YT dulunya saya ketahui mengajar di SMPN DarmaCaraka, tetapi YT sejak awal Tahun 2019 tidak lagi aktif sebagai guru honor, YT kami ketahui bekerja di Kantor Dinas pendidikan Kota Gunungsitoli hingga saat ini. Terkejut saja, ketika tiba-tiba namanya muncul dan lulus seleksi PPPK yang dilaksanakan pada 06 Oktober 2021 lalu” ujarnya kepada wartawan di Gunungsitoli (22/12).

Dikatakannya, bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 28 Tahun 2021, seleksi PPPK guru yakni dengan kriteria peserta yang masih aktif mengajar di sekolah dan terdaftar sebagai guru di Dapodik Kemendikbud.
Sementara, faktanya YT tidak aktif lagi sebagai guru disekolah namun datanya dalam daftar Dapodik terkoneksi dengan sinkron terakhir pada 02 November 2020.

Menurut (Y), bahwa diduga adanya persengkongkolan antara operator sekolah dengan YT agar tidak dikeluarkan dari daftar Dapodik sekolah, hal ini merugikan kami yang telah sekian lama bersungguh-sungguh menjadi seorang pengajar.

Dianya berharap agar Kemendikbudristek meneliti kembali dokumen persyaratan yang diajukan YT yang diduga cacat hukum serta meninjau kembali kelulusan YT sebagai peserta PPPK.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP N 2 Darma Caraka yang dikonfirmasi wartawan terkait kebenaran informasi tersebut via selular (22/12), tidak merespon baik dan mematikan telepon selulernya.

Demikian juga dengan operator sekolah SMPN 2 Darma Caraka saat dihubungi via selularnya tidak aktif.

Salah seorang guru lainnya yang dikonfirmasi wartawan dan meminta namanya tidak ditulis, mengakui jika YT sejak 2019 awal tidak lagi aktif sebagai guru di SMPN 2 Darma Caraka.

“Iya, YT bukan guru di SMPN 2 Darma Caraka lagi sejak bekerja di Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli 2019 lalu, hal itu dapat dibuktikan pada pengisian daftar hadir ataupun fingerprint yang tiap bulannya diserahkan kepada Pengawas sekolah, tapi kok bisa masih ada namanya dalam dapodik ya…” ungkapnya heran.

Hingga berita ini dipublikasikan, wartawan yang melakukan konfirmasi kepada YT tentang kebenaran informasi tersebut, YT masih belum menjawab.

Penulis: aza
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan