Selain Humas, Sekwan Kota Gunungsitol Juga Poskan Anggaran Kerjasama Publikasi Dengan Media Online

  • Bagikan
IMG 20211020 WA0016

Hak Suara | Gunungsitoli  – Selain Bagian Humas Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara yang  melakukan kerjasama publikasi kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Kota Gunungsitoli pada Tahun 2018-2019 terhadap 4 (empat) media elektronik/online, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan DPRD) Kota Gunungsitoli, juga poskan anggaran kerjasama dengan 2 (dua) media online yang sama (yang menerima anggaran dari Humas) pada Tahun anggaran 2018-2019 .

Hal itu kembali diketahui dari laporan keterangan pertanggungjawaban pemerintah kota Gunungsitoli tahun anggaran 2018-2019, yang menghabiskan dana APBD Kota Gunungsitoli sebesar masing-masing, yakni; Bagian Humas 350 juta lebih dan Sekwan 31 juta lebih.

Menurut informasi yang diterima wartawan dari Siswanto Laoli (Ketua Ormas GBNN DPC Gunungsitoli), Rabu (20/10). Bahwa hal ini terjadi akibat kebobrokan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola APBD Kota Gunungsitoli yang semaunya.

“Penyelenggara pemerintah seharusnya paham akan mekanisme dan aturan, bukan justru melanggar aturan dan bertindak seenaknya dalam mengelola anggaran, dengan motivasi agar anggaran dapat terserap meski tidak pada peruntukkannya” katanya.

Selanjutnya dikatakan Siswanto, Kepala Sekretariat DPRD yang memiliki jenjang pendidikan strata satu hukum, seharusnya didalam setiap penggunaan anggaran mestinya didasari pada aturan perundang-undangan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kita ketahui bersama bahwa Kepala Sekwan DPRD adalah orang yang mengerti hukum. Seharusnya kerjasama yang dilakukan dengan dua media online (red), tidak lagi dicover oleh Sekwan, sebab masih dalam lingkup birokrasi Pemko Gunungsitoli, sehingga bagi orang yang kritis terhadap penggunaan anggaran beranggapan adanya tumpang tindih dan bermuara pada pemborososan uang negara” ungkapnya.

Lanjut Siswanto, bahwa  terkait kegiatan DPRD kota Gunungsitoli pada tahun 2018-2019 tidak banyak yang terekspos.

“Kita sudah print out semua kegiatan yang mengekspos kegiatan DPRD dari tahun anggaran 2018 hingga 2019, dan tidak kita temukan jumlah pemberitaan yang signifikan bila dibandingkan dengan anggaran yang digunakan. Mungkin wakil rakyat saat itu sedang sibuk, sehingga kecolongan dalam pengajuan anggaran untuk kepentingan kinerja sekwan kota Gunungsitoli” ungkapnya.

Siswanto berharap, semoga media penerima anggaran dari APBD Kota Gunungsitoli tahun anggaran 2018 dan 2019 bisa dipertanggungjawabkan dihadapan hukum. Begitu juga dengan saudara kita Viktor Gea selaku Kabag Humas Kota Gunungsitoli yang mencatut nama-nama media, antara lain, media LPP RRI Gunungsitoli, media online Nias Kita. Com, WartaExpress dan WartaNias.Com yang diduga ikut serta menikmati anggaran dari APBD pemerintah kota Gunungsitoli, pungkasnya.

Sekretaris DPRD Kota Gunungsitoli yang dikonfirmasi wartawan tentang hal tersebut, Meisoniman Lahagu, S.H., membenarkan adanya kerjasama publikasi dengan dua media online.

“Benar, ada pos anggaran untuk kedua media tersebut” jawabnya singkat saat dihubungi via selular tanpa penjelasan dasar hukum pos anggaran kepada kedua media tersebut.

Penulis: aza
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan