Vaksin Covid-19 Anak akan Hadir dengan Dosis Lebih Kecil

  • Bagikan
2E8B60C6 56CF 4E2D 8519 8833043FC682 w408 r1 s

HAKSUARA.COM -Vaksin Covid-19 keluaran Pfizer/BioNTech akan segera diizinkan digunakan untuk anak usia di bawah 12 tahun. Anak usia 5 hingga 11 tahun akan mendapatkan dua suntikan layaknya orang dewasa, namun dengan dosis sepertiga vaksin untuk dewasa.

Dilansir dari laman CNN.com, Kamis (28/10), Pfizer menyatakan kepada FDA dosis vaksin untuk anak di bawah 12 tahun sebesar 10 mikrogram. Selama ini anak usia 12 tahun ke atas menerima dosis vaksin sebesar 30 mikrogram.

Sementara Moderna pekan ini merilis hasil awal untuk vaksin Covid-19 bagi anak-anak. Mereka kemungkinan juga akan memberikan dua dosis dengan ukuran setengah dosis vaksin untuk dewasa.

Senior Vice President Pfizer Dr William Gruber menjelaskan, mengapa anak-anak di bawah 12 tahun menerima dosis lebih kecil. Uji coba vaksin untuk segala usia dilakukan agar dapat melihat atau menemukan tingkat antigen terkecil, yang mana itu merupakan salah satu bagian yang memicu respon imun. Uji coba vaksin ini juga bertujuan untuk memaksimalkan perlindungan tanpa efek samping.

“Kami pikir kami telah mengoptimalkan respons kekebalan dan meminimalkan reaksi,” kata Gruber kepada penasihat vaksin FDA pada Selasa tentang vaksin Covid-19 perusahaan untuk anak-anak yang lebih muda.

Menurut data uji coba tahap 2 dari 3 Pfizer pada September, vaksin dua dosis 10 mikrogram menghasilkan antibodi kuat pada anak-anak di bawah 12 tahun. Pfizer juga menyatakan vaksinnya aman dan 90,7 persen efektif melawan gejala Covid-19 pada anak usia 5 sampai 11 tahun. parah).

Dengan dosis 10 mikrogram, para peneliti melihat lebih sedikit efek samping, seperti menggigil dan demam. Walau dosis yang rendah lebih direkomendasikan, namun tetap perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko peradangan otot jantung yang sudah terlihat pada sebagian kecil orang yang menerima vaksin Pfizer dan Moderna.

“Ini meyakinkan saya bahwa kami akan memberikan dosis lebih kecil (untuk anak-anak),” kata Dr Paul Offit, anggota komite independen vaksin FDA, yang memimpin Pusat Edukasi Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan