Diduga Miliaran Rupiah Dana BOS SMK Negeri 2 Alasa Terindikasi Disalahgunakan

  • Bagikan

Hak Suara | Gunungsitoli  – Anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Negeri 2 Alasa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara diduga keras disalah gunakan oknum Kepala Sekolah. Informasi dihimpun, dana BOS dari Tahun Anggaran 2015 hingga Tahun 2021 diduga digunakan untuk tanam saham.

“Berdasarkan informasi kita peroleh dari salah seorang warga, bahwa dana BOS yang diperuntukkan bagi kebutuhan siswa sejumlah 300 siswa lebih serta untuk kelengkapan sarana prasarana sekolah tiap tahunnya, diduga kuat tidak terlaksana sesuai petunjuk teknis (Juknis) pengelolaan dana BOS dari kementerian. Hal itu diindikasikan karena kas dana BOS SMKN 2 Alasa diduga habis digunakan oleh oknum Kepala Sekolah untuk tanam saham (red) ” ujar Siswanto kepada wartawan di Gunungsitoli (17/11).
Kepada wartawan, Siswanto Laoli mengakui, bahwa pihaknya dalam kapasitas organisasi masyarakat Garda Bela Negara Nasional (Ormas GBNN) telah menyampaikan permintaan klarifikasi tertulis kepada kepala Sekolah pada tanggal 08 November 2021 lalu, dan hingga kini, Kepala Sekolah belum menjawab atau memberi klarifikasi terkait kebenaran dugaan indikasi penyimpangan dana BOS tersebut.
Dijelaskan Siswanto, bahwa dari informasi diperoleh, pihaknya telah melakukan cek & ricek dengan datang langsung kesekolah, dan ternyata sejumlah kebutuhan yang seharusnya didanai dari dana BOS tidak terlihat wujudnya, dan diduga dalam kurun waktu kurang lebih hampir 6 (enam) Tahun menjabat, Kasek hanya membeli kursi plastik 10 (sepuluh) lusin.
Sementara pada waktu Kasek menerima dan membaca surat permintaan klarifikasi diruang kerjanya, dihadapan Ketua Ormas GBNN dan beberapa wartawan, Kepala Sekolah (IL) mengakui telah melaksanakan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOS tersebut, dan seraya memohon kerjasama untuk hal itu.
Terpisah, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara,  W. Hulu, saat ditemui diruang kerjanya pada 09 November 2021 lalu, mengakui jika pernah mendengar informasi tentang indikasi penyalahgunaan dana BOS di SMKN 2 Alasa. Namun Kacabdis, setelah menerima surat tembusan permintaan klarifikasi Ormas GBNN, berjanji akan memanggil yang bersangkutan dalam waktu dekat dan tidak memberikan komentar lebih jauh.
Dikonfirmasi kembali oleh wartawan kepada Kacabdis tentang tindaklanjut dari surat Ormas GBNN tersebut via whatsaap (17/11), hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan respon.

Penulis: aza
  • Bagikan