Direktur RSUD dr.Thomsen Nias Akui Tidak Ada Dalam Perbup Nias Ketentuan “Ujian Tertulis” Pengangkatan Pegawai BLUD

  • Bagikan
IMG 20220111 123358 scaled

Hak Suara | Gunungsitoli – Direktur RSUD dr. M. Thomsen Nias, dr. Noferlina Zebua mengakui tidak ada didalam Peraturan Bupati Nias nomor 39 Tahun 2014 tentang persyaratan pengangkatan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada UPTD RSUD dr. M. Thomsen Nias melalui ujian tertulis.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD dr.Thomsen Nias melalui Humasnya, Benhard Doloksaribu saat ditemui sejumlah wartawan diruang rapat lantai III RSUD dr.Thomsen Nias, Selasa (11/1).
“Memang betul, didalam Perbup Nias nomor 39 tahun 2014 tidak ada ketentuan tentang ujian tertulis untuk pengangkatan pegawai BLUD RSUD dr.Thomsen Nias, akan tetapi karena adanya petunjuk pimpinan melalui Direktur RSUD, maka hal itu dilaksanakan dan telah dibentuk panitia seleksi oleh direktur” ujar Benhard.

Menurutnya, apa yang telah dilaksanakan Direktur RSUD dr.Thomsen Nias telah sesuai, dan ujian tertulis itu adalah sebuah hal baru dan kebijakan yang bertujuan untuk memperoleh SDM yang berkualitas dalam memberikan pelayanan di RSUD dr.Thomsen Nias, meski tidak ada didalam Peraturan Bupati, kata Benhard.

Tentang dasar hukum surat direktur RSUD dr.Thomsen Nias no. 800/10/peg tanggal 03 Januari 2022 tentang “Permintaan Surat Pernyataan” bagi pegawai tidak lulus seleksi sebanyak 411 orang untuk membuat pernyataan bahwa masih mau menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) tanpa menuntut gaji/imbalan, Direktur melalui Benhard (Humas) menyatakan bahwa hal itu bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta ujian yang tidak lulus untuk mengikuti ujian tertulis selanjutnya pada akhir Januari 2022, sehingga dapat berpeluang untuk diangkat lagi menjadi pegawai BLUD tidak tetap.

Dijelaskan Benhard bahwa peserta yang diprioritaskan pada ujian tertulis akhir Januari 2022 ini adalah pegawai yang sejumlah 411 yang tidak lulus ujian dan tidak kepada orang yang diluar itu, tegas Benhard.

Untuk diketahui, seperti diberitakan sebelumnya bahwa sejumlah pegawai yang telah menahun mengabdi di RSUD dr.Thomsen Nias yang sebelumnya RSUD Gunungsitoli dinyatakan tidak lulus seleksi menjadi pegawai BLUD di RSUD dr.Thomsen Nias usai beberapa hari mengikuti ujian tertulis yang menurut sejumlah peserta tidak berdasar hukum. Mereka pun melakukan protes kepada Direktur hingga menyurati Bupati meminta perlindungan dan agar meninjau kembali proses seleksi tersebut disesuaikan dengan aturan yang sebenarnya. Akibat protes yang dilakukan sejumlah pegawai BLUD tersebut, direktur RSUD dr.Thomsen Nias menerbitkan surat dengan perihal permintaan surat pernyataan bagi pegawai tidak lulus seleksi sebanyak 411 orang untuk membuat pernyataan bahwa masih mau menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) tanpa menuntut gaji/imbalan, hal tersebut dipandang mereka sebagai perbuatan intimidasi dan tidak manusiawi.

Sejumlah pegawai tidak lulus tersebut saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan (11/1) di Gunungsitoli, menyatakan bahwa sepanjang hal ini tidak diluruskan dan tunduk serta patuh pada aturan perundang-undangan maka mereka akan melakukan upaya upaya yang dianggap baik dan perlu untuk memperoleh rasa keadilan.

Penulis: aza
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan