Bantuan BSPS Di Jeneponto Luput Pengawasan, Material Hingga Tidak Tepat Sasaran Jadi Sorotan

bantuan-bsps-di-jeneponto-luput-pengawasan,-material-hingga-tidak-tepat-sasaran-jadi-sorotan

Liputan4.Com,Jeneponto_ Data statis bantuan BSPS Kementrian melalui e-RTLH mencatat terdapat angka 12.626 unit beredar di kabupaten Jeneponto sejak tahun 2020 hingga 2022, tersebar di beberapa kecamatan,17/08/22.

Khusus kecamatan Tamalatea-Bontoramba, ratusan penerima manfaat mulai disalurkan per bulan Juni untuk tahun 2022, jalan masuknya beragam mulai dari aspirasi anggota DPR RI hingga Kementrian PUPR.

Sejalan dengan gelontoran anggaran besar tersebut, justru pengaplikasian dilapangan tidak sesuai harapan,baik dari segi asas manfaat hingga data penerima dipertanyakan validasinya.

Tim investigasi LPK Sulsel Sunar banyak menemukan fakta mengejutkan, salah satu jadi sorotan adalah bahan material yang disalurkan, diantaranya adanya perbedaan harga yang mencolok antara harga satuan pasaran dengan harga yang tercantum di nota penerimaan barang dimana terdapat harga papan kayu di nota berharga Rp.105.000 namun kualitas (spesifikasi) yang diterima warga sebagian kurang sepadan.

Analisis tim investigasi menduga adanya unsur kesengajaan suplayer mencampur material dengan kualitas baik dan rendah, selain itu kelas kayu yang disalurkan berbeda beda bahkan spesifikasi seng juga menjadi sorotan.

Spekulasi negatif mulai bermunculan, kurangnya trasparansi penyaluran baik secara teknis data maupun satuan nominal harga bahan menjadi unsur dugaan adanya mufakat jahat pihak yang terlibat dalam penyaluran.

Diketahui pendamping dan penyalur (suplayer) bahan material memiliki andil cukup besar dalam menentukan spesifikasi bahan salur, dari data yang diterima terdapat tiga suplayer sementara menangani ratusan penerima manfaat yakni Toko Bangunan Mandiri Nur , Toko bangunan Nurhaq dan Toko bangunan Baji Aty.

Akibat dari sorotan sosial akhirnya salah satu penanggung jawab lapangan jalur PUPR, Ibu Yuyun memerintahkan penggantian material yang dianggap tidak sesuai, langkah Yuyun ini justru membenarkan lemahnya pengawasan sehingga bahan kurang berkualitas lolos ke tangan penerima.

Dari data temuan yang dianggap menyimpang itu tim investigasi meminta pihak terkait buka data secara transparan, mengganti material kualitas rendah secara menyeluruh yang telah dipakai penerima dan mengklarifikasi dasar utama kriteria penerima manfaat sehingga di caplok tidak tepat sasaran.

 

Berita dengan Judul: Bantuan BSPS Di Jeneponto Luput Pengawasan, Material Hingga Tidak Tepat Sasaran Jadi Sorotan pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Basir Hasgas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.