Bahaya Stunting Bagi Anak, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Lutim

bahaya-stunting-bagi-anak,-ini-penjelasan-kadis-kesehatan-lutim

Luwu Timur -Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak.

Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak.

Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur disaat melakukan wawancara bersama awak media diruang rapat dinas kesehatan, kamis, (1/9/2022) memaparkan gejala dari stunting.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Rosmini Panding menjelaskan terkait stunting, dimana masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, kondisi gagal tumbuh pada anak lebih pendek untuk usianya.

“kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun”. Jelasnya

menurut Rosmini, stunting merupakan kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama bahkan pada akhirnya diikuti dengan gangguan kecerdasan pada anak.

‘”Alhamdulliah kita di Luwu Timur ini termasuk kabupaten yang percepatan penurunan stuntingnya cukup baik di banding dengan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan”, paparnya

Kepala Denas Kesehatan berharap kepada para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungannya dan bagi ibu-ibu yang memiliki anak balita rutin untuk membawah anaknya ke posyandu untuk diperiksa, bila ditemunkan gejala agar cepat tangani.

Berita dengan Judul: Bahaya Stunting Bagi Anak, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Lutim pertama kali terbit di: Berita Terkini, Kabar Terbaru Indonesia – Liputan4.com. oleh Reporter : Biro Luwu Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *