PEMKOT GUNUNGSITOLI PROGRAMKAN KEMANDIRIAN PANGAN TAHUN 2015

HAK SUARA

PEMKOT GUNUNGSITOLI PROGRAMKAN KEMANDIRIAN PANGAN TAHUN 2015

PEMKOT GUNUNGSITOLI PROGRAMKAN KEMANDIRIAN PANGAN TAHUN 2015

Hak Suara, Gunungsitoli

Kebijakan kinaikan BBM Pemerintah  Bapak  Ir. Jokowidodo-Drs. H. Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu ternyata mendapat tanggapan serius dari Bapak Walikota Gunungsitilo, Martinus Lase, MS.P.

Ditemui di ruang kerjanya di kantor Walikota Gunungsitoli, Rabu (26/11). Pak Walikota  menyampaikan kepada awak Media Hak  Suara bahwa secara jujur harus diakui bahwa  sebagai Walikota  Gunungsitoli dirinya  harus tunduk secara hierarkhis kepada pemerintah pusat pimpinan Bapak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Selanjutnya pak Walikota mengakui, bahwa kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat telah dipertimbangkan dalam berbagai aspek walauupun harga minyak dunia sudah turun antara 75 samapi 80 dollar perbarel, maka sesungguhnya pada sat ini seharunya belum waktunya terjadi kenaikan harga BBM.

Tetapi kita percaya bahwa pemerintah pusat (dalam hal ini Presiden RI Jokowi) memiliki alas an yang masuk akal dengan mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan mensukseskan berbagai prioritas pembangunan yang mendesak saat ini.

Pak Walikota mengklarifikasi antara lain yaitu : kedaulatan pangan , infrastruktur jalan dan jembatan, power plan (elekrifikasi) ataupun kebutuhan listrik untuk seluruh wijayah tanah air dalam rangkan peningkatn produktivitas masyarakat diberbagai sector termasuk program dibidang pendidikan maupun pemberian kemudahan dibidang perizinan untuk memberikan insentive kepada  warga masyarakat maupun para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Menurut Pak Walikota , untuk mensukseskan program Presiden Jokowi tersebut dibutuhkan dana pembangunan yang cukup besar, oleh karena itu  terpaksa harga BBM dinaikkan, terkait dengan harga sembako yang mengalami kenaikan mengikuti kenaikan harga BBM, Pak Walikota mengatakan agar seluruh pemerintah  Kabupaten Nias  (pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) diwajibkan untuk memberdayakan seluruh lahan pertanian yang selama ini terkesan terlantar untuk wajib dikelolah secara maksimal melalui teknolog pertanian yang memadai  dengan memfasilitasi pemberian bibit tanaman  (khususnya tanaman  padi ) yang unggul, penyediaan pupuk serta pemberian irigasi.

Khusus kota gunungsitoli, lanjut Pak Walikota, tlah memprogramlan kemandirian pangan di tahun 2015 dan telah diwali di akhir tahun 2014 yangf lalu dengan menanam padi benuh unggul di Gunungsitoli Utara, Gunungsitoli Alo’oa maupun Gunugsitoli Idanoi dan hasilnya pada panen perdar pada hari  selas 18 November 2014 yang lalu dengan hasil panen mencapai 8,5 ton di atas lahan 65 HA untuk seluruh wilayah Kota Gunungsitoli . Dan untuk Tahun Anggaran (T.A) 2015 direncanakan akan ditaman di atas lahan seluas 500 HA.

Pak Walikota bangga karena pada saat panen perdana  tersebut ternyata Menteri Pertanian ( Mentan RI) meneloponnya untuk mengungkapkan apresisasi atas keberhasilan panen perdana tersebut dan Pak  Mentan langsung memberi dukungan sepenuhnnya serta akan memfasilitasi pemkot Gunungsitoli, (Agam Zebua)

0 Komentar

Tulis Komentar