Properti Campuran Menjamur, Developer Mulai Selektif Membangun.

HAK SUARA

Properti Campuran Menjamur, Developer Mulai Selektif Membangun.

Properti Campuran Menjamur, Developer Mulai Selektif Membangun.

Hak Suara,  

Pembangunan properti jenis mixed used atau campuran, yang terdiri atas hunian berupa apartemen, perkantoran, hotel, dan mal mulai menjamur di Surabaya.

Sementara di Jakarta, properti jenis ini sudah operasional dan ternyata membawa cerita keluhan bagi masyarakat. Baik masyarakat umum maupun penghuni dari mixed used development itu sendiri.

“Keluhan yang banyak terjadi adalah kemacetan dan bising. Antara penghuni dan pengunjung dari luar bisa menumpuk dan membawa kendala akses parkir yang antri, dan keramaian yang meningkat,” jelas Budhi Gozali, Director One East disela kegiatan special preview “The Royal Suites” apartemen One East, Minggu (26/4/2015).

Pengalaman sehari-hari di Jakarta itulah yang membuat One East memilih mengurangi bangunan untuk mixed usednya secara terbatas.

Di lahan 5.000 hektar di kawasan Jl Raya Ir Soekarno, Kertajaya, Surabaya, One East disiapkan sebagai apartemen dengan fasilitas mixed used building, seperti supermarket, kuliner, tempat kongkow, dan arena olahraga secara eksklusif tapi masih nyaman dan terjaga.

“Kami sengaja memberikan yang ekslusif sehingga ancaman kebisingan dan kemacetan seperti yang terjadi di Jakarta tidak terjadi di Surabaya. Dengan ketinggian 33 lantai ada sekitar 285 unit apartemen yang siap dimanfaatkan end user (pengguna) dan pembeli yang berniat investasi,” lanjut Budhi.

Apalagi di wilayah ini, dekat dengan mal yang cukup representatif, yaitu Galaxy Mal, dan pergururuan tinggi baik swasta maupun negeri. Sehingga memiliki potensi investasi yang cukup memikat.

Harga per unit dari apartemen ini antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar sesuai dengan type dan ukuran ruangannya. Ditarget topping off gedung ini terjadi akhir tahun 2015 dan serah terima kunci di pertengahan 2016 atau akhir 2016. Saat ini sudah laku sekitar 50 persen.

Sedang pengembang mixed used development lainnya, mengaku sudah melakukan langkah persiapan untuk mencegah keluhan itu.

“Kami sudah siapkan akses keluar masuk untuk tujuan berbeda-beda. Ke mal, ke hotel, atau ke apartemen secara lebih dekat,” kata Tutut Gunaedi, Manager Marketing PT Win-Win Realty Centre, Marketing Office Apartment, Hotel, Soho & Office Tower, saat pengenalan tower Skyloft yang dimanfaatkan untuk perkantoran.

Tak hanya itu, pihak Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Jatim, juga telah melakukan penandatangan kerjasama dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya untuk ikut mengatasi masalah kemacetan dan tata lingkungan bagi pembangunan properti di kota Surabaya.

“Kami sudah sepakat, bila pembangunan properti di Surabaya, kami sebagai pengembang juga akan ikut bertanggung jawab dan melakukan penyelesaian terkait masalah kemacetan, dan drainase yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah atau area tertentu,” kata Totok Lucida, Ketua DPD REI di sela penandatangan dengan DCKTR Kota Surabaya akhir Maret lalu.

Ancaman kemacetan dan masalah lingkungan, seperti drainase dan lain sebagainya yang terkait dengan pembangunan properti, telah disepakati oleh kedua pihak untuk diselesaikan sebelum pembangunan properti dimulai. Langkah ini berimbas pula dengan pemberian izin dan pemangkasan waktu serta biaya dalam hal pengurusan izin Analisa Dampak Lingkungan dan Lalu Lintas 

0 Komentar

Tulis Komentar